Tag: POLITIK

DKI Melibatkan Gerindra PKS

Published / by amanda / Leave a Comment

DKI Melibatkan Gerindra PKS

DKI Melibatkan Gerindra PKSDKI Melibatkan Gerindra-PKS Penggantian Wakil Gubernur DKI Jakarta menjadi rencana yang harus segera terealisasikan.

Hal tersebut mengingat Wakil Gubernur DKI Jakarta yang saat ini di jabat oleh Sandiaga Uno merupakan calon wakil presiden dengan nomor urut 2 berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Sandiaga Uno tidak dapat menghabiskan masa jabatannya

Sebagai wakil gubernur dikarenakan dirinya mencalonkan sebagai wakil presiden periode 2019 hingga 2023.

Maka dari itu perlu adanya penggantian wakil gubernur membantu Gubernur DKI Jakarta yang saat ini dijabat oleh Anies Baswedan.

Tujuan Pelaksanaan Rapat Pemilihan Tim Seleksi Cawagub DKI

Penentuan pengganti Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dibahas pada rapat yang akan dihadiri oleh partai politik Gerindra dan PKS.

Gerindra dan PKS akan membentuk badan bersama untuk menentukan wagub DKI pengganti Sandiaga.

Pada pembentukan badan tim seleksi cawagub akan diadakan rapat bersama oleh Gerindra dan PKS. Berikut informasi terkait rapat pembentukan tim seleksi Cawagub DKI yang dilaksanakan oleh partai politik Gerindra dan PKS.

Pelaksanaan rapat penentuan tim seleksi Cawagub DKI yang akan dilaksanakan Senin (12/11/2018) mengalami penundaan. Penundaan diakibatkan karena adanya musibah yang tidak diketahui secara jelas dari penjelasan Ketua Fraksi PKS.

PKS telah mendaftarkan dua nama yang akan dijadikan panitia tim seleksi cawagub yaitu Suhaemi dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta, Syakir Purnomo.

DKI Melibatkan Gerindra PKS sedangkan Gerindra belum memberi masukan calon tim seleksi Cawagub DKI.

Suhaemi selaku calon tim seleksi dari PKS telah menerima dua nama untuk disandingkan dengan Anies Baswedan yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Sesuai dengan adanya peraturan, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta yang tidak diikutsertakan dalam tim fit and proper test akan menerima hasil dari proses internal yang dilaksanakan.

Selanjutnya Anies akan menyerahkan kepada DPRD DKI untuk mendapatkan hasil akhirnya. Pemilihan Wakil Gubernur pengganti Sandiaga Uno diharapkan segera dilaksanakan.

Antara Gerindra dan PKS bersepakat untuk menyerahkan kursi wagub pengganti Sandiaga Uno kepada PKS yang akan ditentukan dari fit and proper test yang diselenggarakan tim bentukan kedua partai yaitu Gerindra dan PKS.

DKI Melibatkan Gerindra PKS Untuk Tolak Uji Kelayakan

Pada mulanya, menurut anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Triwisaksana, proses uji kelayakan dan uji kepatutan calon wakil gubernur DKI Jakarta tidak perlu untuk dilakukan.

Menurutnya Wakil Gubernur tidak memerlukan adanya tes karena cawagub sudah dianggap mampu melaksanakan tugas.Hal tersebut diperkuat dengan alasan bahwa penunjukan Anies Baswedan dan Sandiagga Uno sebagai gubernur dan wakil gubernur sebelumnya tidak ada tes yang demikian.

Begitu pula dengan adanya penunjukan Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto juga tidak memerlukan tes demikian.

Kabarnya, adanya pemberian tes tersebut menandakan bahwa pihak Gerindra masih memiliki keraguan terhadap calon wakil gubernur pengganti dari PKS.

Berbagai macam tes tersebut memang bisa menjadi alasan bagi Gerindra untuk nantinya menolak calon togel terpercaya dari pihak PKS jika pihak calon ternyata tidak bisa memenuhinya.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menunjuk dua nama sebagai tim uji kelayakan dan uji kepatutan cawagub DKI Jakarta. Beliau merupakan Syakir Purnomo yang merupakan ketua DPW PKS DKI Jakarta dan Agung Yulanto.

Dari kandidat tersebut Ketua Fraksi PKS memiliki kriteria dalam menentukan Cawagub yang akan mendampingi Anies Baswedan yaitu nantinya dapat bersama-sama memenuhi janji kampanye Pilkada DKI 2017.

Terjang JokowiMa’ruf DiPilpres 2019

Published / by amanda / Leave a Comment

Terjang JokowiMa’ruf DiPilpres 2019.

Terjang JokowiMa'ruf DiPilpres 2019Terjang JokowiMa’ruf DiPilpres 2019. Persaingan antara pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 kian hari semakin memanas saja.

Memasuki bulan kedua masa kampanye Pilpres 2019 masing-masing pasangan.Calon presiden dan wakil presiden mulai gencar-gencarnya.

Berbagai macam strategi penyerangan untuk menarik simpati dan suara masyarakat dalam pilihan presiden pada April 2019 mendatang.

Gaya Pertahanan Terjang JokowiMa’ruf DiPilpres 2019

Tidak terkecuali dengan pasangan nomor urut satu, Terjang JokowiMa’ruf DiPilpres 2019 yang terlihat begitu tenang.

Pada bulan pertama masa kampanye, kini Jokowi pun mulai terang-terangan menanggapi berbagai serangan yang selama ini ditujukan padanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mulai terlihat agresif dalam menanggapi berbagai serangan yang dilakukan oleh calon wakil presiden nomor urut 2 yaitu

Sandiaga Uno yang sudah lebih awal melakukan kampanye blusukan untuk menarik simpati dan suara masyarakat umumnya.

Pernah menjabat sebagai walikota Solo dan Gubernur DIK Jakarta,

Jokowi sering sekali menawarkan model gaya politik yang sederhana, santun dan ramah pada Pilpres 2019.

Seringkali Jokowi tidak begitu menanggapi dan menggubris berbagai kritikan atau serangan yang ditujukan langsung kepadanya.Namun kali ini kembali dihadapkan dengan Prabowo membuatnya tidak lagi tenang dan diam.

Jokowi mulai menanggapi berbagai serangan dari lawannya dengan berbagai istilah-istilah yang tidak biasa.

Salah satu lontaran yang sedang populer yaitu istilah politik sontoloyo dan genderuwo.

Beberapa pengamat politik mengatakan bahwa upaya pertahanan yang dilakukan Jokowi saat ini tengah berkaca dari Pilkada DKI 2017,

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus menelan kekalahan karena sikapnya yang pada akhirnya membuat warga Jakarta merasa tidak nyaman baik dengan ucapan maupun tindakannya walaupun dari sisi kinerja mungkin tidak ada masalah.

BACA JUGA : Rekomendasi Lokasi Wisata Paling Romantis di Seluruh Dunia

Sehingga meski terlihat santai Jokowi sudah mulai merasa tidak nyaman dengan kritikan dan tuduhan yang ditujukan padanya.

Apalagi saat ini tengah gencar tuduhan yang mengatakan bahwa Jokowi merupakan bagian dari partai terlarang PKI.Sehingga tidak heran jika Jokowi mulai bersikap tegas terhadap banyaknya tuduhan yang diberikan tersebut.

Mengenal Politik “Sontoloyo dan Genderuwo” JokowiMa’ruf DiPilpres 2019

Tentu istilah tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat.Seperti yang diketahui bahwa beberapa waktu yang lalu,

Presiden Joko Widodo memberikan kejutan kepada publik dengan pernyataan yang begitu mengagetkan.

Di mana Jokowi berusaha untuk mengingatkan para masyarakat akan bahaya adanya politik sontoloyo dan genderuwo.

Saat ini sedang marak dijumpai dimasyarakat dengan menyebarkan isu-isu yang masih belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Pesan dari pidato Jokowi adalah masyarakat perlu berhati-hati dengan banyak isu togel hongkong yang muncul pada masa-masa kampanye Pilpres 2019 ini.Masyarakat harus bisa menyaring berbagai kabar yang tentu belum dipastikan kebenarannya tersebut.

Pernyataan Jokowi terkait dengan Politik Sontoloyo dan Genderuwo dianggap keras oleh beberapa kalangan. Banyak orang yang menganggap pernyataan yang disampaikan Jokowi tersebut melenceng jauh dari gaya politiknya.

Terlepas dari hal tersebut, sebenarnya kekuatan Jokowi saat ini yaitu terletak pada gaya lamanya yang apa adanya dan sederhana.

Hanya saja, banyak masyarakat menilai jika kepemimpinan seorang presiden tidak dilihat dari penampilan saja, melainkan juga kebijakan-kebijakannya.Sejauh ini, banyak masyarakat dan juga pengamat mengatakan jika kondisi ekonomi di Indonesia lebih sulit dari sebelumnya.

Bagi masyarakat yang menilai Jokowi dari penampilan saja, mereka cenderung akan memilihnya kembali nanti di perhelatan pilpres 2019.

Sedangkan sebagian masyarakat lain yang menilai Jokowi dari sisi kebijakannya, mereka enggan untuk kembali memilih dan menaruh harapan cukup besar di pundak pesaingnya, dalam hal ini Prabowo dan Sandiago Uno.