Kategori: Pemilu

Warga Adat Dayak Meratus dan Hak Pilih Mereka dalam Pemilu

Published / by amanda / Leave a Comment

Masyarakat adat banyak tersebar di seluruh daerah di negara Indonesia.Sebagian besar masyarakat adat tersebut tidak mengenal aksara ataupun tulis-menulis karena tidak tersedianya sekolah ataupun guru di daerah mereka. Hal tersebut terjadi karena sebagian besar masyarakat adat tinggal di daerah dengan akses yang susah dan terpencil. Dengan demikian, kebanyakan masyarakat adat hanya akan mengandalkan gambar dalam melakukan pencoblosan di Pemilu. Hal yang sama juga dialami oleh sebagian besar masyarakat adat Dayak Meratus yang belum dapat membaca ataupun menulis.

Berpotensi gagal menggunakan hak pilih karena buta huruf

Dayak Meratus merupakan salah satu dari sekian banyak masyarakat adat yang tersebar di seluruh Indonesia. Masyarakat adat Dayak Meratus ini terdiri dari ribuan hingga puluhan juta jiwa dengan setengahnya dari total jumlahnya merupakan warga yang buta aksara. Hal ini tentunya merupakan masalah togel sgp tersendiri bagi pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang dilansir dari BBC.com, masyarakat adat Dayak Meratus baru mendapatkan fasilitas sekolah tingkat dasar pada tahun 1982 yang bertempat di Desa Pembakulan. Hal tersebut tentunya membuat warga yang mempunyai usia lebih dari 50 tahun belum sempat mendapatkan pendidikan sehingga membuat mereka masih buta huruf.

Selain itu, ketidakmampuan membaca dan menulis juga disebabkan dari kehidupan masyarakat adat yang terbatas dan terasing.Hal ini dapat dilihat dari tempat tinggal warga Dayak Meratus, salah satunya yang berada di Dusun Linau. Dengan waktu tempuh dua jam dengan berjalan kaki melewati area batuan terjal dan hutan lindung untuk sampai pada Desa Pembakulan yang mempunyai fasilitas sekolah dasar terdekat.

Hal lain yang membuat masyarakat adat Dayak Meratus gagal menggunakan hak pilihnya yaitu terdapatnya surat suara yang tidak memuat foto dalam Pemilu yang dilaksanakan 17 April 2019 kali ini. terdapat tiga dari lima surat suara yang tidak memuat foto dan hanya berisikan nama calon anggota DPR dan DPRD tingkat provinsi ataupun kabupaten. Hal tersebut tentunya membuat masyarakat adat Dayak Meratus yang mempunyai hak pilih dapat melakukan kesalahan pilih pada calon yang tidak dikehendaki oleh mereka.

Bertempat tinggal di hutan lindung Pegunungan Meratus

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), masyarakat Dayak Meratus tersebar di sembilan kabupaten di wilayah Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Lokasi tempat tinggal masyarakat adat ini tersebar di seluruh hutan lindung di Pegunungan Meratus. Sehingga menyebabkan akses dan jarak tempuh yang susah dan kondisi keadaan yang menjadi terasing serta serba terbatas.

Hal tersebut terlihat dari lokasi antar dusun yang berjarak tempuh hingga dua jam perjalanan kaki. Dengan demikian, permasalahan mengenai akses dan fasilitas pendidikan yang terdapat dalam masyarakat adat ini merupakan hal yang penting.Tentunya selain itu, kondisi yang berada di dalam hutan lindung juga mempersulit guru ataupun pendidik yang ingin melakukan pengajaran kepada masyarakat adat tersebut yang mengakibatkan hampir setengah dari populasi masyarakat ini dideteksi tidak mengenal huruf.

Permasalahan e-KTP juga turut serta di dalamnya

Selain permasalahan masyarakat adat Dayak Meratus yang tidak mengenal huruf, terdapat persoalan lainnya yaitu mengenai penggunaan e-KTP sebagai syarat untuk menggunakan hak suara. Tentunya dalam masyarakat adat ini hanya sebagian kecil yang mempunyai e-KTP karena terbatasnya akses untuk menuju ke kota. Selain itu, dengan pemberlakuan peraturan ini juga akan menimbulkan banyaknya warga negara yang kehilangan hak suara mereka karena tidak mempunyai e-KTP.